Bercanda ria bersama hujan, menertawakan kesedihan yang tak
lagi menderas
Perlahan iramanya sesekali menitip pesan di atap
Rumahku sepi dari suara tangis anak-anak
Hujan ternyata mulai berpesan ...
Usah lagi tergiur lambaian laut yang mengajakmu mengarungi
samudera
Keabadian cinta itu simfony janji kematian
Ia akan menahanmu, lalu menjadikanmu pengikut setianya
Atau menjadikanmu santapan para penghuninya yang ganas
Tetaplah sebagai dirimu sendiri wahai sang hujan. . .
Tetaplah sebagai dirimu sendiri wahai sang hujan. . .
Terlahir dari perintah langit yang biru atas dasar harapan dan
do’a
Miliki kebeningan hati sejernih air hujan
Itulah pesan hujan dalam candanya
Hujanpun berpesan
setelah bercanda
Jangan biarkan orang lain membuatmu meneteskan airmata di
atas penderitaan dan airmata orang lain
Tetapi, hadiahkanlah airmata dan penderitaan bagi orang lain
yang lupa pada derita dan kesedihan saudaranya
Mereka lalai karena terus memuja kebahagiaannya sendiri. . .

No comments :
Post a Comment