expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Pages

Saturday, August 22, 2015

Pesan Hujan Dalam Candanya

Bercanda ria bersama hujan, menertawakan kesedihan yang tak lagi menderas
Perlahan iramanya sesekali menitip pesan di atap
Rumahku sepi dari suara tangis anak-anak

Hujan ternyata mulai berpesan ...
Usah lagi tergiur lambaian laut yang mengajakmu mengarungi samudera
Keabadian cinta itu simfony janji kematian
Ia akan menahanmu, lalu menjadikanmu pengikut setianya
Atau menjadikanmu santapan para penghuninya yang ganas
Tetaplah sebagai dirimu sendiri wahai sang hujan. . .
Terlahir dari perintah langit yang biru atas dasar harapan dan do’a
Miliki kebeningan hati sejernih air hujan
Itulah pesan hujan dalam candanya

Hujanpun  berpesan setelah bercanda
Jangan biarkan orang lain membuatmu meneteskan airmata di atas penderitaan dan airmata orang lain
Tetapi, hadiahkanlah airmata dan penderitaan bagi orang lain yang lupa pada derita dan kesedihan saudaranya

Mereka lalai karena terus memuja kebahagiaannya sendiri. . .


No comments :

Post a Comment