expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Pages

Thursday, March 16, 2017

Karena hidup (tak selalu) indah

Disudut kamar ini aku terdiam, bunyi detik jam dinding yang semakin terdengar karena diluar sana semakin sunyi. Aku termenung, sejenak aku memikirkan beban yang selama ini selalu ada didalam fikiranku.
Hening...malam kian larut bahkan matahari sudah hampir keluar untuk menyinari dunia dan suara-suara ayam berkokok pun sudah mulai terdengar, tapi mata ini seakan enggan terpejam untuk sekedar melepas lelah.

Disini bukan aku ingin mengeluh, tapi aku hanya ingin menulis lagi tentang perihnya hari-hariku walau selama ini aku mencoba untuk tidak merasakannya. Banyak sekali hal yang aku kerjakan agar aku tidak selalu ingat semua kejadian yang mungkin bisa saja membuatku tiba-tiba menangis.
Aku yang setiap hari harus mati terkungkung dalam sunyi, dan setiap hari harus menumbuhkan kebahagiaaan baru hanya untuk membuat lengkungan senyum di wajah ini walaupun itu semu.
Aku tidak tahu betul apa itu kebahagiaan, tapi aku tahu caranya bangkit melawan berbagai masalah yang berusaha mematahkan semangat dan mimpi-mimpi yang ingin aku wujudkan. Mimpi yang aku ramu tanpa sepasang sayap malaikat yang sejak kecil mengajak aku terbang. Namun, aku terus bangkit meski harus jatuh berkali-kali. Menumbuhkan sayap itu sendiri lalu terbang kemana pun aku mau.
"Hidup itu selalu memberikan sebuah pilihan, tetapi tidak ada seorang pun yang bisa memilih dikeluarga mana ia akan dilahirkan"


No comments :

Post a Comment