Aku masih bisa mengingat dengan baik setiap detail kebersamaan
yang kamu ukir untukku
Teguran pertama yang membuat waktu berasa lama saat jemari
menyatu
Aku tahu, saat kita bersalaman dan saling berkenalan, akan ada
saat dimana kita saling mengacuh dan mengaduh
Matamu, suaramu, pekat teringat dilapisan memoriku
Perhatianmu yang sukses mencairkan setiap tak acuhku kepada
yang lainnya
Genggamanmu, pelukanmu, terasa bersentuhan saat angin
berhembus, perlakuanmu yang selalu membuatku nyaman
Malam ini dingin ya ?
Mungkin karena tak ada hangatnya candamu
Mungkin karena tak ada hangatnya candamu
Malam ini bodoh ya ?
Mungkin karena aku sedang tenggelam dalam rasa
Mungkin karena aku sedang tenggelam dalam rasa
Malam ini kasihan ya ?
Mungkin karena aku hanya bisa memikirkanmu tanpa jeda, tak bisa berhenti, hilang kendali dan remku mati
Mungkin karena aku hanya bisa memikirkanmu tanpa jeda, tak bisa berhenti, hilang kendali dan remku mati
Malam ini aneh ya ?
Mungkin karena perlahan-lahan ada yang tak nampak
Mungkin karena perlahan-lahan ada yang tak nampak
Akan tetapi...
Dirimu selalu menjadi melodi dihambarnya lirik laguku
Telah menjadi suara diheningnya ronggaku
Telah melengkapiku dengan adanya keberadaanmu
Maaf...
Maaf bila terkadang aku bising, buatmu penat
Maaf bila aku buatmu sesak
Maafkan aku, malamku, dan puisi kecilku ini
Karena aku hanya merindukanmu. . .
Tetaplah menyelimuti hati ini, membuat jiwa ini selalu hangat dan terbebas dari kebekuan hati .

No comments :
Post a Comment