Tatkala semua mimpi dan asa yang saya rangkai begitu tinggi
mendadak lebur dalam sekejap. Dan segala sesuatu harus direlakan pergi dari pada
bersama namun saling menyakiti, maka melangkah dijalan masing-masing tanpa
saling membebani adalah pilihan terbaik.
Belajar mengikhlaskan dan melepaskan pergi itu bagian dari
pendewasaan. Saat semua datang silih berganti, kita tidak bisa menghindari.
Satu hal yang harus dilakukan, hadapi. Begitupun hidup, hadapi
semua persoalan dengan gagah berani. Janganlah mudah kalah oleh hati yang
patah.
Ketika keindahan tidak bisa kita saksikan karena sesuatu tidak
mendukung maka kita harus belajar
menerima. Bukankah tidak semua hal bisa terjadi seperti yang kita ingini ?
ikhlas ketika semua terlepas J
Patah hati bukanlah akhir dari segalanya, itu adalah awal mula
untuk sesuatu yang baru. Satu hati pergi, masih banyak hati lain yang menanti
dan bisa disinggahi. Asal kita mau membuka diri dan membuka hati.
Hati yang kuat bukan hanya milik mereka yang sembuh dari fase
patah hati, namun bisa move on dan berani jatuh cinta lagi.
Terimalah semua yang terjadi dengan lapang dada, belajarlah
merelakan, melepaskan dan mengikhlaskan.
Terus berjalanlah, melangkahlah, dan tempuhlah J
No comments :
Post a Comment