Sesekali
aku melihat foto-foto yang berada didinding kamarku. Ya, disitu terdapat
fotoku, adikku, dan kedua orang tuaku. Begitu bahagianya ya kita dulu, banyak
sejarah diantara foto-foto itu ❤
Ku lihat foto itu dalam dalam, begitu
bahagianya saat itu aku masih mempunyai keluarga yang lengkap dan harmonis,
saat itu terlihat wajah mereka masih menyimpan cinta dan kasih sayang satu sama
lain.
Tapi,
kenapa semua cinta dan kasih sayang itu harus ternodai dengan adanya
pertengkaran dan perselingkuhan. Ku mencoba menyusun kepingan masa-masa indah
yang dulu pernah ada agar tidak ada celah.
Aku
hanya bisa diam, diam dan diam...
Aku
selalu mencoba untuk tidak memikirkan dan menangisi semua yang ada dibeban
fikiranku, semua yang memang telah terjadi dikeluargaku. Mungkin hanya dengan
berteriak aku dapat melepaskan amarah yang selalu aku pendam, dan meneteskan
airmata yang selama ini selalu menumpuk didada yang semakin hari rasanya sangat
sangat menyesakkan jiwa.
Haruskah
seperti ini takdir yang aku alami ?
Aku
sangat merindukan keluargaku yang utuh, aku merindukan kehangatan dari orangtua
ku, aku rindu canda dan tawa mereka, aku sangat ingin bicara kepada mereka
bahwa aku merindukan kasih sayang yang lengkap dari mereka.
Pak,
sejak aku dilahirkan dan aku berada didunia ini aku selalu beranggapan bahwa
engkaulah orang yang pertama kali menjaga hatiku agar tidak pernah patah dan
rapuh, menjaga hatiku agar tidak disakiti oleh pria diluar sana. Tapi mengapa, sekarang
kau adalah orang yang pertama kali membuat hatiku patah dan hancur
berkeping-keping, bukan hanya hatiku saja, namun masa depanku dan kebahagiaanku
juga. Engkau telah mengacaukan fikiranku, engkau yang selama ini selalu
menyemangati aku namun engkau juga yang mematahkan semangat itu.
Aku iri dengan kehidupan orang diluar sana yang keluarganya lengkap dan harmonis, aku iri saat melihat canda tawa mereka dengan keluarganya, mereka yang merasakan kehangatan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya.
Aku
tidak membutuhkan materi, harta yang berlimpah, fasilitas yang serba terjamin.
Bukan itu yang aku butuhkan, yang aku butuhkan hanya kalian, iya kalian pak
mah, gadis kecilmu yang kini sudah semakin dewasa sangat rindu kebersamaan
kalian berdua, namun entah mengapa hati ini masih merasakan luka yang begitu
amat sangat mendalam rasanya.
Jika
saja aku bisa mengulang waktu, akan ku putar ulang semua ini. Akan aku ulang
mimpi-mimpi ku agar aku tetap bermimpi kalian tetap utuh sampai aku sukses,
menikah, dan memberikan cucu untuk kalian berdua. Dan akan aku jaga kalian
berdua agar salah satu dari kalian tidak ada yang pergi meninggalkan aku.
Ya
allah..kenyataan ini sungguh pahit, kenyataan ini sangat membuat hatiku
terluka, kenyataan ini membuatku menangis hampir setiap malamnya.
Dan
sekarang kenyataan pahit itu telah menjadikan aku seorang wanita yang kuat,
sabar, dan juga pandai. Kenapa aku bilang bahwa aku pandai ? Ya, karena semua
itu aku menjadi pandai menutupi kesedihan dengan senyuman didepan orang-orang
yang aku sayangi.
Jika
aku ingin meminta, berikanlah aku waktu dimana hari itu aku bisa berkumpul
bersama keluargaku dan menghabiskan waktu bersama seperti waktu dimana aku
belum mengerti apa artinya sebuah perceraian...
“Pelangi akan muncul setelah hujan reda, begitupun dengan kehidupan. Masa-masa bahagia itu pasti akan datang setelah kesulitan yang kita hadapi, karena allah tidak akan mengabaikan setiap usaha yang telah dilakukan oleh umatNya”.

